Mengejar Syurga Bersama di SMKN 4 Enrekang

 Dirosa adalah suatu metode pembelajaran Al-Quran yang disusun dalam 20 pertemuan dengan pendekatan klasikal. Singkatan Dirosa sebenarnya merujuk pada "Pendidikan Al-Quran bagi orang dewasa." 

Bagi umat Islam, keinginan untuk membaca Al-Quran dengan baik dan benar adalah suatu keinginan yang sangat besar. Ini mencakup penyebutan huruf dengan benar sehingga saat membaca Al-Quran, artinya disampaikan dengan akurat, dengan harapan untuk mendapatkan pahala yang layak.

Keinginan ini mendorong para guru di SMKN 4 Enrekang untuk mempelajari teknik membaca Al-Quran "Dirosa" dengan bantuan seorang guru agama, Ustadz Hadist Santung, S.Pdi, M.Pd. 

Mereka mengambil waktu istirahat selama 20 menit setiap hari Selasa hingga Jumat antara jam 10.10 hingga jam 10.30. 

Namun, kegiatan ini tidak dilaksanakan pada hari Senin, karena satu jam pelajaran setelah upacara bendera, di mana semua guru di SMKN 4 Enrekang menjadi guru mengaji bagi siswa di sekolah ini.

Meskipun panduan Dirosa hanya mencakup 20 pertemuan, kegiatan ini telah berlangsung selama kurang lebih satu tahun. Hal ini disebabkan oleh kompleksitas pembelajaran membaca Al-Quran, sehingga sampai saat ini, bacaan yang diajarkan dalam Dirosa baru mencapai pertemuan ke-8. 

Kenapa belajar membaca Al-Quran dalam metode ini begitu lambat? Ini disebabkan oleh kebutuhan untuk mengulang bacaan dari awal setelah masa liburan, demi memastikan bahwa siswa benar-benar layak untuk melanjutkan ke materi bacaan berikutnya.

Insya Allah, saat ini seluruh siswa di SMKN 4 Enrekang telah terbebas dari buta aksara Al-Quran. Semoga kegiatan ini terus berlanjut hingga waktu yang tidak terbatas, sehingga generasi Qurani dapat mewujudkan cita-cita untuk sebuah negeri yang Baldatun Toyyibatun Robbun Gofur, dan menjadikannya sebagai upaya bersama untuk mencapai syurga. Wallahu a'lam bisshowaf.


Gambar 1. Buku dirosa yang digunakan untuk belajar dan mengajar di SMKN 4 Enrekang.


Gambar 2 dan 3. Siswa belajar Dirosa bersama guru yang telah lebih dahulu dikelompokkan. 1 guru melayani 3-6 orang siswa.

Insya Allah saat ini seluruh siswa di SMKN 4 Enrekang bebas dari buta aksara Al Quran. Semoga kegiatan ini terus berlanjut sampai batas waktu yang tak terhingga untuk mewujudkan generasi Qurani menuju negeri yang Baldatun toyyibatun robbun gofur dan juga sebagai upaya mengejar syurga bersama. Wallahu a'lam bisshowaf.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MERDEKA BELAJAR : Blusukan Ke Bunker Jepang Part 1