MERDEKA BELAJAR : Blusukan Ke Bunker Jepang Part 1
Merdeka belajar itu seperti apa? Banyak orang yang memaknainya dan mengembangkannya sendiri. Apapun yang dilakukan semua sah-sah saja.
Kali ini, saya memaknai merdeka belajar dengan mengajak siswa saya untuk belajar di alam luas. Mereka tidak harus berhadapan dengan dinding tembok sekolah, duduk rapi di bangku- bangku kayu, menatap papan tulis untuk mendengar sambil mencatat ceramah dari gurunya.
Ajakan belajar kali ini, sangat sesuai dengan kompetensi dasar yaitu Pendudukan Jepang. Saya pun mengajak mereka untuk menerima materi ini dengan mendatangi langsung situs " bunkerJepang" yang memang banyak terdapat di wilayah Kabupaten Enrekang.
Menurut beberapa sumber yang saya pernah baca, ada kurang lebih 20 bunker Jepang yang tersebar di Wilayah Kabupaten Enrekang. Namun sayang, sampai saat ini saya hanya bisa menunjukkan 6 buah bunker kepada anak didik saya. Bukan hanya sekedar mengunjungi, tetapi sekilas napak tilas ke belakang tentang penderitaan rakyat Indonesia yang berada di bawah tekanan pemerintahan Jepang yang lebih sadis daripada penjajah sebelumnya. Kebiasaan mandi dengan bertelanjang adalah hal yang sangat tabu bagi penduduk setempat yang kerap kali dilakukan oleh Jepang kala itu.
Posisi dari bunker Jepang yang terlihat dari bunker satu dengan yang lainnya memudahkan koordinasi dengan saat itu, yang belum memiliki alat komunikasi moderen seperti saat ini.
Gambar 1. Menjelaskan sekilas tentang keberadaan bunker Jepang.
Keberadaan bunker yang tersembunyi di bawah tanah, akan menyulitkan orang untuk melihat tempat tersebut.
Hanya saja, karena dukungan pemandangan alam yang sangat indah sehingga para peserta didik saya sangat bersemangat, meskipun menempuh perjalanan yang cukup lumayan jauh dengan posisi mendaki.
Semoga pembelajaran kali ini dapat memberi manfaat bagi mereka. Yang jelas perjalanan kali ini sudah menampakkan praktik nilai berbagi antara satu dengan yang lain, meskipun hanya sekadar berbagi air mineral gelas ataupun potongan kecil buah naga yang dinikmati bersama.
Gambar 3. Kebersamaan yang tercipta spontan diantara mereka.
Gambar 4. Salah satu game yang mereka nikmati pada pembelajaran ini.
Gambar 5. Pemberlakuan hukuman mendidik bagi mereka yang memeroleh nilai paling kecil dengan menyanyi bersama lagu wajib nasional.
Demikian catatanku hari ini, besok atau lusa saya lanjutkan kembali.
Chayoo💪💪
Komentar
Posting Komentar