Hikmah Pengajian Dusun Sossok 1 pada 15 Ramadhan 1443 H.
Perjalanan Hidup itu ibarat Kapal yang berlayar
Ketika baru bertolak dari pelabuhan suasana sangat tenang. Semua senang. Tiba- tiba di tengah samudra datang badai yang kemudian menjadikan kapal tersebut terdampar di sebuah pulau ( pulau inilah yang kita umpamakan dunia). Setelah terdampar, sang nakhoda kemudian mencari pemilik pulau ( Tuhan) dan meminta ijin untuk tinggal. Penumpang kapal kemudian diberikan ijin tinggal sampai batas waktu yang ditentukan ( ajal). Sambil pemilik pulau ( Tuhan) memberikan pesan untuk mempersilahkan penumpang kapal mengumpulkan apa2 saja yang ditemui di pulau itu untuk dibawa nanti jika kapalnya sudah mau berlabuh ( jika maut menjemput).
Ternyata ada 3 golongan penumpang kapal tersebut.
1. Golongan yang betul2 melaksanakan apa yang diperintahkan oleh pemilik kampung ( taat). Mengumpulkan sebanyak- banyaknya apapun yang ditemui. Hingga hal2 yang kecil sekalipun( banyak berbuat amalan untuk bekal)
2. Golongan yang memilih- milih benda yang diambil ( taat tapi belum sepenuh hati)
3. Golongan yang tidak mengindahkan sama sekali.
Dan singkat cerita...
Saat waktu untuk berlabuh kembali tiba.
Ternyata, golongan yang paling melesat naik ke kapal adalah yang punya banyak barang. Golongan kedua pelan-pelan naik ke kapal. Sedangkan golongan ketiga sangat enggan untuk meninggalkan pulau, sehingga harus di tarik ke atas kapal.
Sesampai di kapal, mereka kemudian membuka masing2 barang bawaan. Rupanya semua barang2 tersebut berubah menjadi emas dan perak. Barulah golongan yang kedua menyesal karena tdk mengumpulkan bekal yang banyak. Sedangkan golongan ke tiga menjadi orang yang merugi karena tidak memiliki bekal sama sekali.
Pesannya adalah perbanyaklah berbuat amalan2 yang baik. Apalagi di bulan Ramadhan yang penuh berkah. Sekecil apapun perbuatan baik itu, Insya Allah semua akan memiliki ganjaran yang setimpal. Wallahu a'lam bisshowaf
Inilah hikmah pengajian di Lingkungan Sossok 1 pada 17 April 2022 tepatnya di 15 Ramadhan 1443 H.
Selamat berpuasa🙏
Ketika baru bertolak dari pelabuhan suasana sangat tenang. Semua senang. Tiba- tiba di tengah samudra datang badai yang kemudian menjadikan kapal tersebut terdampar di sebuah pulau ( pulau inilah yang kita umpamakan dunia). Setelah terdampar, sang nakhoda kemudian mencari pemilik pulau ( Tuhan) dan meminta ijin untuk tinggal. Penumpang kapal kemudian diberikan ijin tinggal sampai batas waktu yang ditentukan ( ajal). Sambil pemilik pulau ( Tuhan) memberikan pesan untuk mempersilahkan penumpang kapal mengumpulkan apa2 saja yang ditemui di pulau itu untuk dibawa nanti jika kapalnya sudah mau berlabuh ( jika maut menjemput).
Ternyata ada 3 golongan penumpang kapal tersebut.
1. Golongan yang betul2 melaksanakan apa yang diperintahkan oleh pemilik kampung ( taat). Mengumpulkan sebanyak- banyaknya apapun yang ditemui. Hingga hal2 yang kecil sekalipun( banyak berbuat amalan untuk bekal)
2. Golongan yang memilih- milih benda yang diambil ( taat tapi belum sepenuh hati)
3. Golongan yang tidak mengindahkan sama sekali.
Dan singkat cerita...
Saat waktu untuk berlabuh kembali tiba.
Ternyata, golongan yang paling melesat naik ke kapal adalah yang punya banyak barang. Golongan kedua pelan-pelan naik ke kapal. Sedangkan golongan ketiga sangat enggan untuk meninggalkan pulau, sehingga harus di tarik ke atas kapal.
Sesampai di kapal, mereka kemudian membuka masing2 barang bawaan. Rupanya semua barang2 tersebut berubah menjadi emas dan perak. Barulah golongan yang kedua menyesal karena tdk mengumpulkan bekal yang banyak. Sedangkan golongan ke tiga menjadi orang yang merugi karena tidak memiliki bekal sama sekali.
Pesannya adalah perbanyaklah berbuat amalan2 yang baik. Apalagi di bulan Ramadhan yang penuh berkah. Sekecil apapun perbuatan baik itu, Insya Allah semua akan memiliki ganjaran yang setimpal. Wallahu a'lam bisshowaf
Inilah hikmah pengajian di Lingkungan Sossok 1 pada 17 April 2022 tepatnya di 15 Ramadhan 1443 H.
Selamat berpuasa🙏
Komentar
Posting Komentar