Toraja Today
Tanggal merah adalah hari bonus bagi kami. Waktu lebih di luar lingkaran rutinitas mingguan. Ragam acara dapat terlaksana pada saat pakansi. Terencana ataupun tidak.
2. Lokasi wisata Tilanga
Pakansi saat ini saya memilih untuk menghabiskan bersama sebagian anak didik saya yang punya kesempatan. Anak yang sebentar lagi akan menyelesaikan studinya di SMK.
Kelas XII TKJ, tanpa komando, tanpa perintah kepada mereka. Mereka membuat perencanaan yang matang. Termasuk makanan yang siap dan terpenuhi hingga perjalanan pulang.
Pertanda bahwa mereka sudah semakin dewasa.
Sepanjang perjalanan selalu menunjukkan sikap riang gembira. Menikmati suguhan pemandangan sepanjang jalan sambil dihibur musik dj. Sesekali ikut menyanyikan saat syair lagunya dihafal.
Ada dua lokasi wisata yang dituju.
1. Wisata Taman Megalitik Bori Kalimbuang
Taman wisata khas Toraja berupa pekuburan khas. Tetapi yang menjadi sasaran wisatanya adalah batu batu besar tempat pelaksanaan upacara Rambu Solok. Ditempat ini, kami menghabiskan waktu untuk mengabadikan momen kebersamaan. Banyak pose dan gaya yang terabadikan di tempat ini.
Tanpa terasa waktu dhuhur tiba. Perutpun sudah terasa keroncongan. Bekal kami pun di buka di tempat ini.
Bekal sederhana tetapi berasa sangat nikmat. Karena dimakan ramai- ramai di sela candaan dan gelak tawa. Sesekali ada kejahilan dan kecentilan yang terlontar. Saya harus memaklumi semuanya.
Setelah makan, kamipun beranjak menuju lokasi wisata berikutnya.
Terasa belum cukup kekaguman atas suguhan pemandangan, sepanjang jalan kami mengabadikan lokasi yang sangat eksotis. Perpaduan budaya setempat dan suguhan alam yang luar biasa mempesona.
Lokasi wisata yang khas dengan telaga dan ikan sidat. Penduduk setempat menyebutnya " massapin".
Selain alamnya yang sangat teduh dan mempesona, ada hal lain yang menarik perhatian saya. Layanan dari bocah- bocah kecil yang menawarkan jasa terlontar dari mulut- mulut kecil mereka dengan logat yang sangat khas. Tawaran yang ingin menampakkan Massapin nya kepada kami dengan pancingan telur. Tetapi mereka sangat konsisten dengan pelayanan prima kepada para tamunya
Merela tidak ingin memgecewakan tamunya. Tawaran untuk membeli sebutir telur bebek di atas harga setelah memastikan ikan tersebut keluar dari lubang persembunyiannya.
Mereka sangat antusias bahkan sampai ikhlas untuk menceburkan diri dalam telaga yang baunya sudah terasa amis akibat campuran telur bebek mentah sebagai pancingan agar ikan tersebut keluar. Setelah ikannya keluar mereka pun berbisik: " tante, yang tadi pembeli telur. Kami ada berempat. Berikan kami uang jasa".
Saya sangat bersimpati dengan mereka. Mencari uang jajan setelah berusaha memberikan pelayanan terbaik.
Puas mengabadikan momen di telaga "Tilanga" akhirnya kami memilih pulang. Sesampai di Kota Makale, kami masih sempat mengabadikan kota Makale dari ketinggian " Bukit Sion".
Ikon kota " Patung Ne' Baso' Pongtiku berpadu indah dengan Masjid Raya Makale menjadi suguhan pemandangan terakhir di kota ini.
Perjalanan pulang yang indah. Meskipun sedikit tegang dengan insiden anak remaja yang menggunakan jalan seenaknya. Ugal-ugalan di jalan yang jelas membahayakan pengguna jalan lain. Namun semua terlewati dengan baik dan selamat.
Perjalanan ditutup di RMS Lasharan dengan makan malam bersama.
Dan saat saya menulis, saya pastikan semua sudah pulang dengan selamat.
Alhamdulillah atas perjalanan hari ini, yang telah diantar oleh sopir muda handal dan santai.Sekian catatanku hari ini, mungkin esok atau lusa akan berlanjut.
Chayooo😘
Komentar
Posting Komentar