Blusukan ke Bunker Jepang Part 2
Lain ladang lain belalang.
Setelah selesai semuanya, akhirnya kami pulang pas masuk waktu dhuhur. Kami bergegas pulang saat rintik hujan mulai turun satu per satu.
Lain lubuk lain pula ikannya.
Pepatah inilah yang mungkin bisa mewakili ungkapan perjalanan pembelajaran di luar kelas kali ini.
Lain personil yang membersamai perjalanan, lain pula sensasi dan kesannya. Setelah 2 hari lalu melakukan kegiatan yang sama di tempat yang sama dan kelas yang berbeda. Kali ini melakukan lagi kegiatan yang sama. Jumlah siswa yang saya bawa kali ini memang agak banyak dari yang sebelumnya. Saya membersamai 45 orang siswa hari ini, dibandingkan di Senin lalu sebanyak 35 orang.
Melewati semak belukar, batu cadas di ladang-ladang petani dalam perjalanan, dengan mereka memperlihatkan rasa senang yang luar biasa. Yah. Merdeka belajar ternyata memang menyenangkan.
Setelah melalui perjalanan yang lumayan menguras tenaga, sampailah pada lokasi yang dituju. Hanya ada 3 lokasi tujuan kali ini diantara 8 bunker yang saya tahu. 2 lokasi bunker memiliki akses yang mudah karena dekat dari jalan raya dan dekat lokasi perumahan. Satunya lagi agak jauh. Melewati medan yang menantang dan sebagian jalannya hanya mampu diakses dengan berjalan kaki. Wilayah sekitar lokasi ketiga agak landai sehingga mendukung untuk bermain game. Mataharipun tidak terlalu terik, lalu dilanjutkan dengan bermain game yang menuntut kerja tim (teamwork).
Persiapan pelaksanaan game dilakukan di lokasi dengan memanfaatkan alat yang tersedia saja.
Kelompok yang berhasil menyelesaikan permainan yang berhak untuk menjawab soal yang sudah disiapkan.
Setelah selesai semuanya, akhirnya kami pulang pas masuk waktu dhuhur. Kami bergegas pulang saat rintik hujan mulai turun satu per satu.
Alhamdulillah untuk perjalanan kali ini. Semoga memberikan manfaat bagi siswa. Setidaknya, memahami bagaimana kesulitan yang dilalui orang- orang terdahulu saat pendudukan Jepang, termasuk saat membuat bunker Jepang yang diperkirakan mengangkut bahan baku semen dari Padang Loa Pinrang ( tempat mendarat pemerintah Jepang) dengan menggunakan tenaga manusia.
Demikian catatanku perjalananku hari ini yang tanpa kendala apapun. Hanya sedikit ternodai oleh penemuan beberapa botol bekas minuman keras, yang menunjukkan bahwa ada oknum yang sudah menyalahgunakan lokasi ini.
Semoga kisah perjalanan besok lebih baik lagi. Aamiin.

Komentar
Posting Komentar