Blusukan Ke Bunker Jepang Part3 (Selesai)
Setelah sempat ingin membatalkan rencana pembelajaran luar kelas untuk 2 kelas yang tersisa, rupanya tidak diterima oleh siswa saya yang sudah mempersiapkan dirinya sejak dari rumah untuk hari ini. Dibuktikan dengan lembar surat ijin yang ditandatangani orang tua/ walinya masing- masing.
Tidak ingin mengecewakan mereka, akhirnya saya membulatkan hati untuk tetap mengantar mereka hari ini. Saya takut mereka menganggap ada diskriminasi antara kelas satu dengan yang lainnya.
Tidak sia- sia, diantara 2 blusukan sebelumnya, rombongan kali ini adalah rombongan yang paling asyik. Saya tidak butuh banyak energi untuk membimbing dan.mengarahkan mereka.
Kekompakan yang terjadi sangat terlihat. Saling membantu antara satu dengan yang lain disaat mengalami kesulitan ketika melewati medan yang sulit menjadi pemandangan yang sangat menyenangkan hari ini.
Ada yang berbeda untuk hari ini. Situs yang 2 hari sebelumnya kami tempuhi dengan berjalan kaki, mereka berhasil meyakinkan saya jikalau medan tersebut masih sangat mudah untuk ditempuhi dengan menggunakan sepeda motor.
Ternyata benar. Mereka menempuhi perjalanan dengan menggunakan motor hampir sampai ke bibir gua/ bunker.
Setelah puas menjelajahi ketiga bunker yang menjadi tujuan kunjungan hari ini, kami akhirnya memutuskan pulang dengan sebuah password singkat tentang materi pembelajaran hari ini : " Jepang datang mengalahkan Belanda. Jepang pergi dikalahkan sekutu". Artinya tidak ada kekuatan yang abadi. Jika esok kita masih diberi umur, ayo kita berjuang mengalahkan " hawa nafsu". Hari ini kita sudah menaklukkan kerikil cadas di jalan terjal dengan "gagah". Esok kita harus lebih kuat dan lebih gagah untuk menaklukkan rintangan yang lebih keras.
Sekian catatanku untuk hari ini. Terima kasih untuk siswa siswi hebat kelas XTIPTL A dan XAKL. Semoga Allah masih mengijinkan kita untuk membuat perjalanan yang sama ditahun ini.
Chayooo!!
Komentar
Posting Komentar