Catatan Perjalananku hari ini

Tugas dan tanggungjawab yang memaksa untuk melakukan perjalanan balik meskipun rasa lelah yang belum juga hilang dan rasa rindu yang belum  lunas.

Bercengkerama sejenak bersama mereka yang selalu dirindu berasa hanya seperti mimpi dalam semalam yang begitu terbangun mimpi pun beranjak pergi. 

Ada quality time  pada perjalanan singkat ini. Duka kehilangan orang tercinta yang kemudian mengumpulkan kami. Setidaknya sekadar salaman dan duduk bersama menjadi pelipur dalam lara.

Ada rasa senang dalam keterbatasan waktu. Bersua dalam hitungan menit saja. Akhirnya menyadarkan bahwa aku harus beranjak pergi.

Perjalanan malam kemarin terulang lagi. Berjalan bersama deru mesin mobil yang mencoba menaklukkan kerasnya aspal jalanan. Sesekali harus meringis karena jalanan yang tidak selalu mulus. Permainan rasa tercipta banyak dalam sebuah perjalanan. Ada suguhan pemandangan indah di sepanjang jalan yang menjadi pelengkap rasa.

Saya bahagia meski lelah. Saya senang meski berduka. Terima kasih atas waktu yang pernah ada. Terima kasih atas kesempatan bersua dengan kerabat dan saudara. 

Gambar1. Ranting pohon yang mulai meranggas mati di rest area Mattirotasi Pare-pare. 

Gambar 2. Kapal Bukit Siguntang yang berjalan perlahan  meninggalkan pelabuhan Pare-pare.

Inilah hidup. Pelan tapi pasti akan pergi. Atau kita yang meninggalkan.
Gambar hanya pemanis tapi bisa juga jadi pengingat.
Catatan perjalananku hari ini.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

MERDEKA BELAJAR : Blusukan Ke Bunker Jepang Part 1