Persiapan Pembelajaran model Blended "daring-luring"

Pandemi bukan saja sebuah wabah yang menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran berlebihan, tetapi juga memunculkan banyak istilah- istilah yang bahkan sebelumnya belum pernah ada.
Mulai dari social distancing, isolasi dan karantina, lockdown, PDP (pasien dalam pengawasan), ODP ( orang dalam pengawasan), OTG ( orang tanpa gejala), PSBB ( pembatasan sosial berskala besar) PPKM. Dunia pendidikan pun tak pelak  memiliki istilah unik misalnya BDR (belajar dari rumah) atau WFH ( work from home), belajar  daring adalah melakukan pembelajaran dalam jaringan. Belajar luring ( pembelajaran luar jaringan atau tatap muka), PTMT ( pembelajaran tatap muka terbatas). 

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud bahkan membuat daftar kosakata terkait COVID-19  dalam Bahasa Indonesia  yang merupakan padanan dari bahasa asing.

Banyaknya istilah pun diikuti oleh banyaknya kreatifitas yang bermunculan, apalagi terkait dengan PTMT. Pembelajaran luring  pada awal pandemi kini harus di blanded  dengan pembelajaran luring. Pembelajaran diblanded, dicombine menjadikan pekerjaan guru pun akan berkali lipat dari yang sebelum pandemi. Saat malam hari, mematangkan materi yang akan disampaikan esok harinya. Beruntungnya seorang guru karena ada banyak aplikasi yang menopang kondisi ini. Saya menitipkan materi di Google Class Room untuk melayani peserta didik yang daring. Sementara untuk yang belajar daring atau tatap muka pasti akan mendapatkan perlakuan yang berbeda. 

Setelah pulang ke rumah, pekerjaan belumlah selesai. Memerankan fungsi ibu rumah tangga sambil dengan sabar menunggu setoran tagihan tugas- tugas para peserta didik yang belajar daring.  Sesekali melihat ke wa grup, melayani keluhan dan kegundahan mereka yang terkendala jaringan, kehabisan kuota atau hp yang error. Waktu setornya terkadang suka-suka mereka. Yah..guru itu harus banyak sabar. Profesi guru itu mulia. Makanya banyak orang  yang bilang,jika dilihat dari profesi, yang paling banyak masuk surga adalah guru. Entah benar atau hanya untuk menyenangkan  guru agar lebih sabar dan ihlas mendidik. 
Guru pahlawan tanpa tanda-tanda, ehh..tanda jasa maksudnya😀. Jasanya nanti terhitung di amal perbuatan yang akan memberatkan timbangan baik insya Allah. 

Catatan hari ini saya  buat saat mempersiapkan materi esok sambil menikmati baje kacang. Kacangnya dari kebun tetangga, gulanya dari kolega keluarga. Semua gratis. Berkahnya menjadi guru, banyak yang empati🥰. Doaku hanya satu semoga tidak ada kolesterol diantara aku dan dia.

Gambar 1. Tampilan salah satu  materi pembelajaran Sejarah Indonesia
Gambar 2. Google  Classroom untuk pembelajaran daring

Gambar 3. Baje' kacang buatan sendiri sebagai teman dalam.merancang pembelajaran


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MERDEKA BELAJAR : Blusukan Ke Bunker Jepang Part 1