Menulis yang baik, wajib memiliki 4 fakta berdasarkan pemahaman pada pelatihan jurnalistik, Sabtu,16 Oktober 2021 di Bukit Indah Mendatte.

Pelatihan jurnalistik untuk guru- guru se Kabupaten Enrekang dilaksanakan pada 16 oktober 2021 bertempat di Bukit Indah Mendatte mendatangkan narasumber yang ahli di bidang jurnalistik. Satu diantaranya dari PUSDIKLAT JOIN yaitu Bapak Zulkarnain Hamson. Beliau sekaligus sebagai wakil rektor IV UIT Makassar.  Materi yang dihantarkan oleh beliau yang saya rekam saat itu adalah menulis harus mengenal 4 fakta yaitu:

 1. Fakta empirik yaitu fakta yang didapatkan melalui penelitian atau pengamatan yang terukur berupa data atau angka. 
Contoh : 
Berdasarkan data dari BPS pertanggal 05 November 2020 tentang keadaan ketenagakerjaan Indonesia bahwa tingkat pengangguran terbuka sari SMK sebesar 13,55%

2. Fakta publik adalah fakta yang didapatkan dari pendapat masyarakat yang dilakukan dengan benar. Ambil sampel secara merata.
Contoh: 
SMK adalah sekolah yang memberikan keterampilan/ life skill untuk masa depan alumninya. Kurikulum SMK dikelompokkan menjadi 3 kelompok.mata pelajaran yaitu muatan nasional, muatan kewilayahan dan  produktif. Alokasi waktu untuk produktif lebih dari 1/2 jam keseluruhan yang disiapkan dibandingkan muatan nasional dan muatan kewilayahan. Penentuan tersebut tentunya melalui kajian yang ilmiah, mendalam dan hati-hati dari para pemangku kepentingan. Kebijakan yang sangat sesuai dengan slogan SMK BISA! Cerdas dan Kompetitif. Alumni SMK adalah generasi yang memang harus dibekali dengan keterampilan / life skill  yang mumpuni agar mampu bersaing di dunia kerja.

3. Fakta psikologis adalah fakta yang didapat dari pengakuan pribadi yang dirasakan sesuai kejiwaannya ( menulis/ mengungkapkan dengan perasaan)
Contoh:
Mendidik siswa SMK lebih sulit dibandingkan mendidik siswa SMA. SMK terkadang dijadikan sebagai kelas kedua setelah SMA. Maksudnya adalah input siswa SMK adalah siswa yang memiliki kemampuan menengah kebawah baik dari segi finansial maupun kecerdasan.

4. Fakta opini adalah fakta yang dikeluarkan berdasarkan 3 hal yaitu :
a. Mandatory / mandat/ kewenangan
b. Keahlian
c. Pengalaman
Contoh :
Pengalaman seorang guru yang mengajar di salah satu SMK di Kabupaten Enrekang selama puluhan tahun. Guru tersebut tidak mampu berbuat apa- apa untuk mengembangkan kemampuannya apalagi membimbing siswanya untuk menjadi juara. Kemauan guru tersebut sangat luar biasa untuk mengajak siswanya mengikuti lomba ataupun berkreasi dengan baik. Respon siswanya kemudian yang menentukan semuanya. Hampir tidak ada respon positif untuk menanggapi semangat sang guru tersebut. Beberapa tahun yang lalu, guru tersebut dimutasi ke salah satu sekolah SMA muda di Kabupaten Enrekang. Surprise dari sang guru muncul satu persatu. Mulai dari mengantar siswanya menjadi juara baik tingkat kabupaten hingga tingkat propinsi hingga menjadikan guru tersebut menjadi guru teladan tingkat SMA propinsi Sulawesi Selatan.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa input siswa di sebuah sekolah akan berbanding  lurus dengan output sekolah itu sendiri. Guru SMK yang mampu membawa siswanya menjadi unggul tentunya menjadi juara yang sesungguhnya. Keberhasilannya dalam mengelola input siswa biasa menjadi luar biasa adalah pekerjaan yang paling mulia serta bermartabat. Semestinya layak untuk mendapatkan apresiasi lebih dibandingkan yang lain. 

Ayo bapak ibu guru hebat Kabupaten Enrekang, teruslah bergerak menebar kebaikan. Yakin bahwa kebaikan pasti berbuah kebaikan jika tiba pada waktunya.  
Catatan pelatihan jurnalistik PGRI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MERDEKA BELAJAR : Blusukan Ke Bunker Jepang Part 1